Wednesday, June 26, 2013

Ciri-Ciri Pasangan Anda Mulai Merasa Jenuh



               
Ketika pertama kali menjalani hubungan, baik pihak pria maupun perempuan tak ada yang dapat menyangkal kalau semua yang hadir dalam hubungan itu sungguh terasa indah, walaupun itu hanya sebuah kekonyolan, tetap akan terasa indah. Namun, hubungan yang terus berlangsung tidak selamanya berjalan indah. Adakalanya, terjadi masalah-masalah yang menghiasi hubungan tersebut. Hal ini memungkinkan sebuah hubungan menjadi lebih kokoh atau malah hancur berantakan. Bagaimanapun, masalah bukanlah sesuatu hal yang paling ditakuti dalam menjalani komitmen bersama. Satu hal yang paling ditakuti adalah ketika munculnya satu ‘Titik Jenuh’ , terutama apabila ini hanya muncul pada satu pasangan.

Titik jenuh membuat hubungan terus berjalan, namun rasa cinta menghilang memudar perlahan tanpa terasa. Berbeda dengan pasangan yang mengalami masalah, mungkin rasa cinta mereka menghilang karena perasaan emosi dan memungkinkan rasa cinta itu kembali lagi setelah emosi mereda. Atau ketika ada kasus perselingkuhan, rasa cinta betul-betul hilang karena sebuah kesalahan dan tidak akan ada yang menyesal ketika hubungan itu berakhir. Namun, ketika sebuah rasa cinta memudar tanpa terasa diakibatkan rasa jenuh tersebut, satu pihak yang ditinggalkan dijamin akan merasa sangat sesak karena merasa telah gagal membahagiakan pasangannya.

Berikut ciri-ciri pria atau wanita yang mulai memasuki titik jenuh:

1.       Dia memanggilmu dengan panggilannya bukan karena saying, tapi karena sekedar sudah terbiasa memanggilmu dengan panggilan itu. Ini sangat mudah terasa karena kamu sudah mengenal pasanganmu. Contoh: Dia memanggil kamu ‘sayang’ tidak dengan perasaan sayang yang tulus, tapi seperti nama saja.

2.       Lupa adalah hal yang wajar, namun apabila bertanya hal yang sama 2 kali dijarak waktu yang singkat itu tanda dia mulai tidak mendengarkanmu. Contohnya, dia menanyakan apakah kamu sudah makan, setelah itu ngobrol, lalu menanyakan apakah kamu sudah makan untuk kedua kalinya. Hal ini menandakan dia mulai bosan bicara denganmu namun dia tetap menghubungimu untuk menjaga perasaanmu atau dia mempunyai target untuk mempertahankan hubungan walaupun sebenarnya dia ingin mencoba melihat-lihat yang lain, namun tak berani.

3.       Dia menghubungimu duluan, namun dia tidak tahu apa yang ingin dibicarakan. Ketika kamu tak mampu menghadirkan bahan pembicaraan yang menarik, maka dia akan berbicara sesuai aturan saja, seperti bertanya sudah makan atau belum.

4.       Dulu ketika baru jadian dia menghubungi dengan berapi-api, mengirim sms dengan isi sepanjang sungai, menelpon bercerita sampai kamu tak punya kesempatan bicara. Namun ketika dia berada dititik jenuh, dia hanya membalas sms kamu, paling banyak 5 kata. Dan pada saat itu kamu akan bingung bagaimana mengembangkan pembicaraan dan memungkinkan kamu juga terjatuh dititik jenuh.

5.       Dia tidak lagi mengatakan “ya” untuk nasehat-nasehat yang biasa kamu lontarkan, jelas dengan alasan dia bosan menuruti nasehat-nasehatmu. Contoh: jangan telat makan tapi dia telat makan, atau jangan begadang bila tak ada urusan penting, namun dia begadang dengan alasan yang tak jelas. Apabila ini terjadi, jelas titik jenuh sudah membuat rasa cintanya mulai memudar.

6.       Ketika jalan, dia lebih banyak diam. Kamu memulai pembicaraan dia hanya merespon dengan jawaban yang menyulitkanmu untuk melanjutkan pembicaraan. Itu tanda dia bosan dan ingin menghentikan topik yang sedang kamu bicarakan. Mungkin, memang topik mu belum menarik baginya, namun ketika kamu sudah menggantinya berkali-kali tetap mendapat respon yang sama maka sudah dapat dipastikan bahwa dia berada di titik jenuh. Kadang mungkin kamu bertanya,”kok diam aja?”, atau “kok jawabannya dingin?”. Dia, biasanya cewek, pasti akan menjawab dengan jawaban “mengantuk” atau “pusing”. Pada saat itu kalian tidak dapat men-judge mereka berbohong, karena memang mungkin itu yang dia rasakan ketika mengobrol sambil berada di titik jenuh.

7.       Kemesraan menghilang, ketika dijalan, khususnya wanita, dia semakin jarang memelukmu. Walaupun dia orang yang terbiasa memeluk ketika dijalan, pelukannya akan terasa longgar dan tak sehangat dulu lagi. Bagi beberapa wanita dia akan lebih memilih becanda dijalan, untuk menutupi kejenuhannya. Contohnya, dia lebih memilih menggelitiki mu sesekali daripada memelukmu. Walaupun pelukan itu dapat membuat kehangatan dan kemesraan laki-laki terjaga terhadap pasangannya, dia akan tetap memilih tidak karena kejenuhannya akan terasa oleh laki-laki itu ketika dia tetap memaksakan memeluk.

Satu hal yang mungkin disalah kaprahkan ketika titik jenuh meghampiri khususnya wanita. Titik jenuh adalah suatu hal yang dapat menghancurkan hubungan tanpa disadari. Namun, kebanyakan pasangan membiarkan keadaan ini menggantung. Banyak pihak yang berpikir apabila dia berada di titik jenuh maka pasangannya lah yang harus membawanya keluar. Padahal, ketika mereka berada di titik itu, sikap mereka akan membawa pasangan mereka masuk ke titik jenuh juga, hingga akhirnya keduanya sama-sama terperangkap. Ketika keadaan ini terjadi tak aka nada yang menolong pasangan ini.
Maka, yang seharusnya ketika kalian berada dititik jenuh adalah selamatkan diri kalian sendiri. Apabila kalian ingin melanjutkan, jangan jadi manja, hargai usaha pasangan kalian. Namun, apabila pasangan kalian tak ada usahanya, terbukalah. Ketika itu belum juga membantu, lebih baik kalian pertimbangkan untuk melanjutkan hubungan tersebut.